Dilihat dari cara hidupnya sebagian besar dendrobium bersifat epipit, yaitu menumpang pada batang pohon lain tetapi tidak merugikan tanaman yang ditumpangi. Sedangkan berdasarkan sifat morfologinya dendrobium tergolong anggrek simpodial dengan batang semu atau pseudobulb.

Dendrobium dapat ditemukan mulai dari dataran rendah sampai dengan puncak pegunungan paling tinggi seperti Himalaya. Karena penyebarannya luas, jenis ini mempunyai berbagai kultur yang berbeda, maka tak heran kalau anggrek ini memiliki macam ragam aneka bentuk dan motif bunga, dari yang super mini sampai yang besar overlapping, dari yang tak beraroma sampai yang wangi lembut menggoda, dari yang berwarna putih polos sampai yang kombinasi warna-warna menyala, dari yang berpetal-sepal lurus sampai yang kribo, dari…..?? pokoknya lengkap dah.

Berikut adalah pembagian  jenis  dendrobium menurut  RE Holttum, yaitu :

  1. Diplocaulobium. Panjang pseudobulb 15-25 cm, ramping dan salng berdekatan. Panjang daun 12-14 cm lebar sampai 2,4 cm. Satu pseudobulb hanya menghasilkan satu daun. Bunga berdiameter 3,5 cm, muncul satu per satu atau berpasangan, lama mekar 2 hari. Sepal dan petal berwarna kuning di bagian dasar dan ungu tua di ujungnya.  Spesies seksi ini tersebar dari Sumatera hingga Papua, contoh : Dendrobium malayanum.
  2. Desmotrichum. Pseudobulbnya rata-rata pendek dan saling berjauhan. Rhizome menjalar di lapisan bawah media. Bunga mudah patah dan cepat layu (hanya 1-2 hari), keluar satu per satu atau berpasangan dari seludang bunga pada bagian dasar daun. Mentum panjang, bibir berbelah tiga, warna bunga bervariasi pada setiap spesies. Habitatnya tempat yang teduh seperti hutan berawa. Ditemukan 10 spesies yaitu diantaranya  Dendrobium comatum, Dendrobium luxurians, Dendrobium plicatile, Dendrobium laciniosum,   Dendrobium kelsallii, Dendrobium convexum, dan Dendrobium xantholeucum.
  3. Sacopodium. Pseudobulb pendek, berujung tirus dan memiliki dua helai daun. Bunga keluar satu per satu diantara daun, petal dan sepal lonjong dengan ujung runcing; mentum pendek berkisar 4-5 mm; bibir berbelah tiga dan ukurannya lebih pendek dari sepal. Dendrobium seksi ini terdiri atas 20-25 spesies yang tersebar dari Himalaya hingga ke Fiji. Dua diantara spesiesnya adalah: Dendrobium longipes dan Dendrobium macropodum
  4. Bolbidium. Sosoknya sangat kecil maksimum 10 cm. Batang bercabang dan memiliki beberapa luas; ruas bagian pangkal pendek, kecil dan ramping; pseudobulb menebal ke atas dan di bagian ujung muncul dua helai daun kecil. Bunga muncul satu per satudari seludang  antara daun, berwarna putih dan krem dengan urat bunga warna merah muda, ukurannya mini berdiameter antara 1-2 cm; mentum panjang, petal sempit dan lurus dan bibirnya berbelah dua. Anggrek  seksi ini berhubungan erat dengan seksi Rhopalanthe, ditemukan ada lima spesies tiga diantaranya adalah Dendrobium pumilum, Dendrobium striatellum dan Dendrobium procumbens
  5. Euphlebium.Tinggi tanaman sampai dengan 30 cm dan terdiri dari dari beberapa ruas; daun bulat telur atau segi tiga, bersusun tiga, muncul dekat ujung batang dengan panjang kurang lebih 12 cm dan lebar 2 cm. bunga muncul satu per satu dari buku-buku batang di bawah daun, berwarna putih dengan bibir warna krem atau merah muda, mentum pendek, colomn panjang, bibir juga pendek lonjong berwarna krem atau kuning muda berurat ungu kecoklatan dan oranye di bagian tengahnya. Anggrek ini  seksi ini menyebar dari Sumatra hingga Pilipina. Jenisnya seperti Dendrobium euphlebium.
  6. Lataorea. Memiliki pseudobulb yang menebal ke atas, beruas-ruas, daun saling menutupi dekat ujung pseudobulb; bunga membentuk rangkaian dan tumbuh tegak dekat ujung pseudobulb, berwarna kehijauan, berukuran besar dengan mentum pendek dan bibir berbelah tiga. Permukaan bunga berbulu kasar, bibir menggantung dan berwarna hitam. Memiliki 30-35 species tersebar dari Papua sampai ke pulau Jawa. Contoh spesies : Dendrobium spectabile dan Dendrobium macrophyllum.
  7. Callista. Batang berumbi, sedikit tegak dan tebal, berdaun kaku bertipe evergreen; bunga berkelompok dari daekat ujung batang menggantung ke bawah, tangkai pendek dan sarat bunga, sepal dan petal besar, memtum kecil, bibir agak bulat cekung tanpa belahan samping dan kebanyakan beraroma wangi. Spesies dari seksi ini asli dari Birma, contoh : Dendrobium agregatum, Dendrobium densiflorum, Dendrobium chrysotoxum, Dendrobium farmeri, Dendrobium thyrsiflorum dan Dendrobium sulcatum.
  8. Eugenanthe. Seruruh pseudobulb menebal dan berdaging, tumbuh tegak atau menggantung; bunga muncul serempak dari ruas-ruas batang setelah semua daun rontok, tangkai bunga pendek, ukuran pedal dan sepal sama, mentum pendek, bibir besar berbentuk bulat kadang-kadang cekung dan tidak memiliki belahan, warna bunga bervariasi pada setiap speciesnya. Contoh spesies : Dendrobium pulchellum, Dendrobium moschatum, Dendrobium anosmum, Dendrobium parishii, Dendrobium linguella, Dendrobium hookerianum, Dendrobium fimbriatum, Dendrobium chrysanthum, Dendrobium nobile,  Dendrobium lituiflorum dan Dendrobium cretaceum.
  9. Nigrohirsutae. Memiliki batang yang tebal, panjang dan tegak, daun tumbuh di seluruh bagian pseudobulb dan memiliki pelepah berbulu kehitam-hitaman. Pembungaan pendek dengan beberapa kuntum bunga, kebanyakan warna putih, beberapa spesies berwarna kehijauan atau kekuningan dengan corak oranye, kuning sampai merah; mentum silendris dan panjang, bibir tidak berbulu bagian sisinya berbelah. Ada sekitar 45 spesies dalan seksi ini diantaranya adalah : Dendrobium lowii, Dendrobium cruentum, Dendrobium dearei, Dendrobium schuetze, Dendrobium formosum, Dendrobium infundibulum dan Dendrobium draconis.
  10. Phalaenanthe. Memiliki batang yang relatif panjang,berdaging, menebal ke ujung dan bagian bawah ditutupi pelepah daun yang tidak berkembang. Daun kaku dan berdaging. Pembungaan tumbuh dekat ujung batang saat daun masih utuh; panjang tangkai bervariasi tergantung spesiesnya; bunga berukuran agak besar, dalam satu tangkai bisa terdapat sampai belasan kuntum; bunga berbentuk menyerupai kupu-kupu atau bundar dimana ukuran petal lebih besar ketimbang sepalnya. Bunga umumnya berwarna ungu atau putih; mentum terbagi dua dan bibir membulat di bagian sisi. Spesies dari seksi ini tersebar di Papua, Maluku, NTT ke selatan sampai ke Australia. Contoh spesies : Dendrobium affine, Dendrobium phalaenopsis, Dendrobium bigibbum dan Dendrobium superbiens.
  11. Ceratobium. Memiliki batang yang bervariasi, dari pendek hingga yang panjang; bagian bawah tertutupi beberapa selaput tipis; bagian pangkal menebal kemudian menipis ke ujung. Daun kaku berdaging dan besar. Bunga juga bervariasi, ada yang berbentuk tanduk maupun berbentuk bintang, petal dan sepal sempit dan bagian tepi petal memilin, pada beberapa spesies petalnya sangat panjang dan tumbuh tegak; malai bunga tumbuh dekat ujung batang, tangkai bunga panjang dan mampu memunculkan bunga 30-40 kuntum; bibir bunga sempit menyatu dengan kaki column sehingga membentuk suatu taji ramping. Seksi ini memiliki sekitar 30 spesies diantaranya, Dendrobium sutiknoi, Dendrobium stratiotes, Dendrobium antennatum, Dendrobium schulleri, Dendrobium gouldii, Dendrobium johannis, dan Dendrobium lineale. Penyebarannya mulai dari New Guinea hingga Jawa Timur, umumnya tumbuh di dataran rendah pada pepohonan serta bebatuan dekat pantai.
  12. Stachyobium. Pseudobulbnya agak ramping dan berdaun tipis. Tangkai bunga muncul di ruas bagian tengah dan atas batang; petal berwarna kuning pucat sampai kehijauan; bibir berbelah tiga bagian dan mentumnya agak pendek dengan ujung tertutup taji. Spesies  dari seksi ini asli Birma dan Thailand, contohnya adalah Dendrobium delacouri, Dendrobium flavidulum dan Dendrobium eriaeflorum.
  13. Pedilonum. Memiliki  batang yang agak ramping namun berdaging. Daun keluar dari buku-buku batang. Bunga besar dengan warna bervariasi, pada spesies tertentu ukuran bunganya tidak seragam; mentum panjang dan tirus di ujung; bibir terkadang tidak berbelah dan kalus tidak jelas; tangkai bunga muncul serempak pada batang yang sudah tidak berdaun. Spesies yang termasuk dalam seksi ini diantaranya adalah Dendrobium secundum, Dendrobium metrium, Dendrobium hughii, Dendrobium sanguinolentum, Dendrobium derryi, Dendrobium calicopis, Dendrobium lamellatum, Dendrobium megaceras, Dendrobium cornutum, Dendrobium roseatum dan Dendrobium brinchangensis.
  14. Distichophyllum. Tanaman bersemak, batang tumbuh rapat, langsing dan saling berdekatan; ruas batang pendek (0,5 – 2 cm). Daun agak pendek; tumbuh sangat rapat dan rapi, agak membulat, panjang antara 2 – 10 cm dan lebar 0,5 – 2 cm. bunga agak kecil dan tumbuh soliter atau berkelompok pada batang yang masih berdaun; warna putih, krem, kekuning-kuningan sampai oranye pucat; petal dan sepal bagian pangkal agak sempit; bibir berbelah tiga dan agak berdaging. Di seksi ini sudah ditemukan 8 spesies diantaranya Dendrobium uniflorum, Dendrobium bifarium, Dendrobium hosei, Dendrobium metachilinum, Dendrobium pahangense, Dendrobium revolutum dan Dendrobium pandaneti.
  15. Rhopalanthe. Berbatang kecil, bagian bawah berdaging dan diselimuti selaput daun. Daun muncul di tengah batang, berbentuk rata dan agak membulat. Bunga muncul dari ujung batang yang tidak berdaun. Contoh spesies : Dendrobium peculiare, Dendrobium setifolium, Dendrobium clavator, Dendrobium truncatum, Dendrobium hendersonii dan Dendrobium crumenatum.
  16. Aporium. Batang kecil, tumbuh rapat, pendek dan beberapa diantaranya ada yang agak panjang. Berdaun tebal, berdaging, rapat dan saling menutupi di bagian dasar. Bunga kecil, mudah pecah, berwarna putih, kuning kehijauan bahkan ada varian yang berwarna perak. Inilah beberapa spesiesnya : Dendrobium rosellum, Dendrobium aloifolium, Dendrobium rhodosteleDendrobium lobatum, Dendrobium leonis, Dendrobium indivisum, Dendrobium grande dan Dendrobium prostratum.
  17. Oxytophyllum. Tersebar di dataran rendah dan pegunungan. Daun muncul di ujung batang. Bunga berwarna kekuning-kuningan atau ungu tua; tekstur agak tebal; bibir sempit dan tidak berbelah dengan ujung tirus kecil; tangkainya memanjang ke ujung. Contoh spesies ini antara lain : Dendrobium sinuatum, Dendrobium excavatum dan  Dendrobium carnosum
  18. Stongile. Memiliki batang kecil dengan bagian pangkal agak berdaging dan ujung tidak berdaun. Daun agak bulat memanjang dan saling menutupi. Beberapa spesies memiliki bunga lebih kecil. Yang termasuk dalam seksi ini antara lain : Dendrobium singaporense, Dendrobium acerosum, Dendrobium subulatum, Dendrobium flexile dan Dendrobium kentrophyllum.
  19. Grastidum. Berbatang langsing, panjang dan kecil. Daun mirip rumput dengan daun pelindung pendek dan kaku. Bunga agak kecil dengan mentum pendek. Spesiesnya antara lain : Dendrobium pensile, Dendrobium indragiriense dan Dendrobium salaccense.
  20. Conostalix.  Memiliki batang kecil dan agak kenyal. Daun panjang sekitar 6 cm dan lebar 6 mm, seludang daunnya terbuka; bunga kecil berwarna pucat, muncul berpasangan dari batang yang masih berdaun.  Dasar bibir bersatu dengan sisi kaki column dan membentuk taji. Baru ada tiga spesies yang dikenal dalam seksi ini yaitu : Dendrobium lobii, Dendrobium melanochlamys dan Dendrobium pachyglossum.

Disarikan dari ‘Trubus Info Kit Anggrek Dendrobium’ dan sumber lain.

Seksi-seksi Dendrobium versi lain dapat dilihat di sini

  1. Euphlebium. Tinggi tanaman sampai dengan 30 cm dan terdiri dari dari beberapa ruas; daun bulat telur atau segi tiga, bersusun tiga, muncul dekat ujung batang dengan panjang kurang lebih 12 cm dan lebar 2 cm. bunga muncul satu per satu dari buku-buku batang di bawah daun, berwarna putih dengan bibir warna krem atau merah muda, mentum pendek, colomn panjang, bibir juga pendek lonjong berwarna krem atau kuning muda berurat ungu kecoklatan dan oranye di bagian tengahnya. Anggrek ini  seksi ini menyebar dari Sumatra hingga Pilipina. Jenisnya seperti Dendrobium euphlebium.