Latest Entries »

Anggrek Merpati

Anggrek bulan di atas kolam…

Banyak cara untuk mengabadikan keindahan sang puspa agar kelihatan lebih cantik dan natural. Trik gambar di bawah ini barangkali layak dipertimbangkan

Bagi kita orang awam   memuji keindahan bunga anggrek dengan ekspresi penuh   seraya mengucapkan kata semisal “aduuuuh…cantiknya” atau ikut-ikutan potongan syair lagu …cinta satu malam..”oh indahnya”…mantaaap…, atau apa lagi..? Semua itu sesuatu yang lumrah dan wajar sebagai bentuk penghargaan untuk bunga dengan sejuta pesona yang tentu saja memiliki makna mendalam yang sulit digambarkan penikmatnya.
Melalui kemajuan teknologi informasi dan komunikasi  salah satunya melalui sarana facebook, belakangan kita makin dimudahkan untuk berinteraksi dengan siapapaun di muka bumi ini, tak terkecuali dalam satu komunitas antar sesama pecinta anggrek. Cara mengapresiasi anggrekpun jadi sangat simpel. Kalau ada teman kita update status sekalian upload foto anggrek misalnya, apalagi nama kita masuk ditag. Sebelum memberi komentar, pastinya  yang pertama kita cari adalah tulisan ‘suka’ persis di bawah gambar tersebut trus mengkliknya. Dengan demikian kita sudah memberi sebuah penghargaan pada sosok anggrek meskipun wujudnya cuma berupa gambar. Hal demikian merupakan sebuah kemajuan, bunga-bunga anggrek terekspos bebas nyaris tanpa batas. Kita bisa memelototi anggrek yang cantik-cantik dari koleksi rekan-rekan kita di seluruh negeri atau bagian benua lain di jagat ini.Terlepas apakah penghargaan itu dari sisi karya fotografinya atau memang faham dengan bentuk bunga aslinya, yang pasti efeknya saat ini anggrek-anggrek kita dapat berkah kiriman jempol bertubi-tubi dan hujan pujian di mana-mana.   Sesuatu yang dulu tak pernah terbayangkan.
Lalu…….., bagaimana sebenarnya cara menilai anggrek yang benar?? Untuk kepentingan kontes, lebih-lebih untuk pemuliaan, dalam hal ini para pakar sudah  menyiapkan buku pegangan yang konon supaya hasil penilaian ‘bunga anggrek’ bisa lebih akurat, jelas poin-poinnya, ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan.
Buat sekedar mengetahui atau belajar mencoba menilai anggrek kita yang memang cantik-cantik, apa salahnya kita mengintip contekannya. Berikut adalah sebagian mengenai penilaian anggrek yang ada dalam buku Pedoman Baku Penilaian Anggrek Indonesia dengan salah satu katagori penilaian yaitu pada anggrek yang berbentuk ‘bulat’.
Yang termasuk anggrek berbunga bulat diantaranya : sebagian Dendrobium, sebagian Phalaenopsis, beberapa Cattleya dan beberapa juga Vanda. Dasar penilaian meliputi bentuk bunga, warna bunga dan sifat-sifat karakteristik lainnya.

Bentuk Bunga

Nilai keseluruhan untuk bagian ini adalah 30. Hal-hal yang diperhatikan adalah :

  • Kebulatan bunga (Roundness). Bunga yang dianggap bulat adalah yang ujung-ujung sepal, petal dan labelum  jika dihubungkan akan membentuk lingkaran dengan pusat pada tiang atau gynostenium. Bunga yang demikian akan memperoleh nilai tertinggi 5.

Kebulatan bunga pada Dendrobium farmeri

  • Kepenuhan bunga (Fullness). Bentuk lingkaran semu dengan menghubungkan ujung-ujung sepal, petal dan labelum, terisi penuh dengan helaian sepal dan petal. Semakin terisi penuh, akan semakin tinggi nilainya. Biasanya kepenuhan yang bagus terjadi pada bunga-bunga yang berbentuk overlapping seperti pada bunga Vanda sanderiana. Pada bunga Cattleya intermedia nilainya rendah karena bunga ini berbentuk bintang (star form).

  • Kedataran bunga (Flatness). Nilai tertinggi 5 dapat diberikan pada bunga anggrek yang mempunyai sepal, petal dan labellum dalam bidang datar. Bunganya tidak terlalu melengkung ke dalam, sepal dan petalnya membuka penuh. Nilai akan berkurang jika bunga terlalu membuka ke belakang.
  • Bentuk sepal. Sepal yang lebar yang mengisi kekosongan ruang antara petal dan labellum punya nilai tinggi, jarak antara ujung-ujung sepal harus sekitar 120 derajat.

  • Bentuk petal. Bentuk petal yang bagus adalah yang tak berkerut(berlipat-lipat), mempunyai ukuran yang lebih lebar dibandingkan sepalnya. Keindahan kian sempurna bila bunga memiliki petal yang tegak namun tidak kaku.
  • Bentuk labellum. Labellum yang bagus sudah pasti adalah yang indah, selaras dengan sepal dan petalnya. Labellum pada anggrek berbeda-beda. Labellum pada Vanda relatif kecil namun sebaliknya pada Cattleya nampak jauh lebih besar, tapi keduanya tetap kelihatan indah dan serasi.

Setelah diadakan penilaian pada masing-masing bagian, supaya dilihat lebih mudah, nilai-nilai tersebut dikelompokkan pada kolom-kolom seperti pada tabel di bawah ini.Bersambung…

photo 01

Vanda hookeriana

photo 03

Vanda coerulea

photo 01

Vanda tricolor

Anggrek adalah salah satu tanaman hias bunga yang banyak dipuji karena keindahan dan kecantikan penampilan rangkaian dan kuntum bunganya, satu jenis diantaranya adalah anggrek vanda. Anggrek tropis yang mudah tumbuh, mudah dirawat dan mudah diperbanyak ini diperkirakan berjumlah kurang lebih 40 spesies, tersebar mulai dari India bagian timur, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Indochina, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Indonesia hingga Australia.
Vanda termasuk anggrek monopodial. Artinya, batang utamanya tumbuh terus-menerus ke atas tanpa batas. Di habitat aslinya ada yang tumbuh sebagai anggrek tanah (teresterial)  dan ada pula yang tumbuh menempel di batang pohon (epipit). Ukuran tanaman bervariasi dari kecil sampai yang besar, daunnyapun juga beragam. Ada yang tipis, tebal, yang sempit, yang lebar, ada yang berbentuk pita (linear), berbentuk sendok (spatulata), lanset (lanseolate), berbentuk mata tombak (hastate) dan ada juga yang berbentuk pensil (silindris). Berdasarkan rupa-rupa bentuk daun ini anggrek vanda dapat dikenali dan dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu :

Oleh karena itu hanya dengan melihat bentuk daun tanaman, dalam pemeliharaan kita sudah bisa menentukan perlakuan tepat dalam penempatannya, mana yang harus diletakkan di tempat terbuka dan mana pula yang mesti ditaruh di bawah naungan.
Bunga anggrek vanda selain terkenal dengan ukuran bunganya yang besar dan beragam tipe/bentuk. Juga cukup memiliki variasi/kombinasi warna yang aduhai, dari totol-totol sampai yang discolor. Anggrek dijenis vanda ini ada salah satu spesies yang bunganya berwarna biru, spesies yang merupakan cikal-bakalnya dari varian vanda hybrid semisal Vanda Royal Blue,Vanda Tokyo Blue dan Vanda Blue Magic yang terkenal itu.
Secara etimologi kata vanda berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti indah. Species vanda pertama kali ditemukan oleh William Roxburgh pada tahun 1795 yang diberi nama oleh Sir W. Jones sebagai Vanda tessellata Roxb.
Berikut adalah sistem klasifikasi anggrek vanda menurut Dressler dan Dodson (1960)

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Subfamili : Epidendroideae
Tribe : Sandeae
Subtribe : Vandinae/Sarcanthinae
Genus : Vanda

Contoh-contoh spesies vanda adalah sebagai berikut :
· Vanda alpina (Himalaya  China).
· Vanda arcuata (Indonesia – Sulawesi).
· Vanda bensonii (India Thailand).
· Vanda bicolor (Bhutan).
· Vanda bidupensis (Vietnam).
· Vanda brunnea (China – Yunnan, Indo-China).
· Vanda caerulea : Blue Orchid (India, China)
· Vanda caerulescens (Arunachal Pradesh, China).
· Vanda celebica (Sulawesi Indonesia).
· Vanda concolor (China danVietnam).
· Vanda cristata (Himalaya China).
· Vanda dearei (Kalimantan).
· Vanda denisoniana (Indo-China).
· Vanda devoogtii (Sulawesi).
· Vanda foetida (Sumatra).
· Vanda furva (Java, Maluku).
· Vanda fuscoviridis ( China,  Vietnam).
· Vanda griffithii (Himalaya).
· Vanda hastifera (Kalimantan).
o Vanda hastifera var. gibbsiae (. Kalimantan).
o Vanda hastifera var. hastifera (Kalimantan).
· Vanda helvola ( Malaysia).
· Vanda hindsii (Papua, Queensland).
· Vanda insignis (Lesser Sunda Is.).
· Vanda javierae (Philippines).
· Vanda lamellata (Taiwan,  Philippina, Kalimantan).
· Vanda leucostele (Sumatra).
· Vanda lilacina (Indo-China).
· Vanda limbata (Java, Lesser Sunda Is., Philippines).
· Vanda lindenii (Maluku).
· Vanda liouvillei (Indo-China).
· Vanda lombokensis (Nusa Tenggara).
· Vanda luzonica (Philippines – Luzon).
· Vanda merrillii (Philippina).
· Vanda petersiana (Myanmar).
· Vanda pumila (Nepal, Hainan dan. Sumatra).
· Vanda punctata (Malaysia).
· Vanda roeblingiana (Philippines).
· Vanda scandens (Kalimantan, Philippines – Mindanao).
· Vanda spathulata (India, Tamil Nadu, Sri Lanka).
· Vanda stangeana (India).
· Vanda subconcolor (China).
o Vanda subconcolor var. disticha (Hainan).
o Vanda subconcolor var. subconcolor (China).
· Vanda sumatrana (Sumatra).
· Vanda tessellata (India dan Indo-China).
· Vanda testacea (India dan Indo-China).
· Vanda thwaitesii (Sri Lanka).
· Vanda tricolor (Laos, Jawa, Bali).
· Vanda vipanii (Myanmar).
· Vanda wightii ( India)

Phalaenopsis pantherina vs Phalaenopsis cornu-cervi

Meskipun keduanya memang berbeda, dari foto-foto yang kita dapati kadang-kadang satu sama lain agak sulit dibedakan. Untuk sekedar membandingkan dan mencocokkan mana yang paling mirip dengan anggrek kita yang lagi mekar,  apa salahnya kali ini kita mencoba mencari bedanya..??

Phalaenopsis pantherina

Phalaenopsis cornu-cervi

Sumber : Orcids Wiki Sumber : Orchids Wiki

Phalaenopsis pantherina

Phalaenopsis cornu-cervi

Sumber Sumber
Sumber : Orchids of Indonesia Sumber : Orchids of Indonesia

Phal. pantherina X  Phal. amabilis (1984)

Phal. cornu-cerviPhal. amabilis (1962)
 Sumber lain boleh klik di sini !

Tanaman lain

Selain rupa-rupa anggrek spesies   hutan Kalimantan Tengah juga menyimpan beragam tanaman unik nan eksotik yang sangat layak bila dipajang sebagai penghias taman di pekarangan. Tanaman-tanaman tersebut ada yang masih melimpah disediakan alam sehingga mudah ditemukan di pinggiran-pinggiran hutan, tapi yang sebagiannya lagi ….ada yang langka lho. Salah satu yang kita maksud di sini adalah Nepenthes atau orang kebanyakan lebih mengenalnya sebagai Kantong Semar atau Periuk Monyet. Untuk tanaman ini ada yang mengatakan bahwa Kalimantan merupakan kerajaan nepenthes terbesar di dunia. Ruarrrr biasa.

Kantong Semar (Nepenthes)

     
     
     

Kantung Semut (Dischidia)

Yang berikut ini memang sangat jarang kita lihat di pekarangan rumah kebanyakan, padahal tanaman yang daunnya bisa bermodifikasi membentuk kantung ini sangat gampang dibudidayakan. Orang sering menyebutnya sebagai Kantung Semut sementara yang lain lebih suka menamakannya sebagai Kantung Rejeki. Pakar botani memberi nama Dischidia untuk tanaman unik ini.

width="190"Dischidia rafflesiana photo 02Dischidia rafflesiana photo 03Dischidia sp.

Huperzia (Licopodium)

Kalau yang satu ini, barangkali sudah banyak yang mengenalinya. Ada yang menyebutnya sebagai “Turun Dayang”. Sosok tanamannya memang khas dan cukup menarik lagi pula  gampang untuk dipelihara. Tinggal tempel di pohon jadilah ia sebagai penghias taman.

Huperzia phlegmaria Huperzia phlegmaria Huperzia carinata
IMG_5931Huperzia pinifolia IMG_5930Huperzia pinifolia

Paku tanduk rusa (Platycerium)

Ada satu lagi yang hampir terlewatkan. Yang ini lebih familiar disebut sebagai “simbar menjangan”. Nama tersebut memang sangat beralasan, mengingat ada bagian-bagian daunnya berbentuk sedemikian rupa mirip simbar menjangan atau tanduk rusa. Memelihara tanaman yang satu ini lebih bagusnya di area yang relatif lebih luas. Tanaman yang juga termasuk dalam jenis paku-pakuan ini perkembangannya lumayan cepat. sehingga jangan heran bila ia cepat berubah bentuk jadi rimbun ala daun-daun mirip simbar menjangan.

photo 01Platycerium ridleyii photo 02Platycerium ridleyii photo 03Platycerium ridleyii

Mengenal Dendrobium

Dendrobium affine

Dendrobium affine

Dendrobium adalah jenis anggrek yang luar biasa baik dalam jumlah maupun dalam keindahan bunganya. Jenis ini memiliki tidak kurang dari 1.700 species, menyebar dari Jepang dan sebagian Cina, India, Semenanjung Malaka, Papua Nugini, Australia sampai Selandia Baru. Indonesia sendiri merupakan gudangnya Dendrobium, ia banyak ditemukan di hampir semua pulau-pulau besar, Papua menyimpan kurang lebih 450 species dan Kalimantan 150 species. Morfologi Seperti anggrek lainnya dendrobium juga memiliki bagian-bagian seperti bunga, buah, daun batang dan akar. 1. Bunga Bunga dendrobium terdiri dari :

  • Sepal (kelopak bunga) berjumlah 3 helai, berbentuk lanset, meruncing atau bulat dengan ukuran bervariasi tergantung speciesnya. Sepal tengah disebut dengan sepallum dorsalis atau kelopak punggung. Sementara dua sepal samping disebut sepallum lateralis atau kelopak samping.
  • Petal (mahkota bunga) berjumlah tiga helai. Petal ketiga dibagian tengah merupan bagian yang menyatu dan membentuk bibir bunga. Umumnya petal berbentuk lebih bulat dan lebih besar serta bertekstur halus disbanding sepal. Warna petal hamper sama dengan sepal, kecuali petal ketiga warnanya lebih cerah.
  • Pollinia atau polen (alat kelamin jantan) Polen dendrobium berjumlah 4, tersusun dalam 2 rostellum kecil dan berbentuk bulat dengan ukuran beragam mulai besar, kecil bahkan sangat halus, berwarna kuning pucat hingga kuning cerah. Ia muncul pada bagian atas tugu.
  • Gymnostenum atau putik (alat kelamin betina) Putik berada dibalik dalam tugu
  • Ovary (bakal buah)
  • Bibir (labellum) Bagian ini merupakan perkembangan dari petal ketiga. Pada beberapa species ukuran bibir bisa membesar dan berwarna lebih cerah. Umumnya bibir terbelah menjadi 3 dan bagian dasar menyatu dengan taji bunga.
  • Lidah

  • Tugu bunga (coloumn) Merupakan tempat berkumpulnya atau wadah alat kelamin bunga, terletak di bagian tengah antara bunga jantan dan betina.
  • Mentum
  • Taji (kaki tugu)

Berdasarkan bentuk bunganya dendrobium dikelompokkan menjadi 3 yaitu : o Bentuk bulat. Bentuk ini terbagi dua yaitu bulat menutup dan bulat overlapping. Bentuk bunga bundar seperti kupu-kupu dicirikan dengan mahkota bunga kompak berdekatan seperti pada bunga Dedrobium bigibbum. o Bentuk tanduk. Disebut tanduk karena sepal menyerupai tanduk rusa. Dendrobium tipe ini bersepal tegak, lurus atau melintir. Kebanyakan angrek-anggrek species tipe ini berasal dari bagian timur Indonesia misalnya Dendrobium sutiknoi. o Bentuk bintang. Dicirikan dengan mahkota bunga memanjang, antara sepal dan petat terdapat celah. Misalnya pada Dendrobium nindii. 2. Buah Buah dendrobium berwarna hijau, berukuran relatif besar dan menggembung di bagian tengahnya. Bentuknya seperti kapsul yang terbelah menjadi enam bagian, tiga diantaranya berasal dari rusuk sejati sedangkan sisanya tempat melekat dua tepi daun buah yang berlainan. Di tempat menyatunya tepi daun buah itu terbentuk biji-biji anggrek. Biji anggrek tidak memiliki indosperm sehingga untuk perkecambahan biji anggrek membutuhkan gula dan senyawa lain dari lingkungannya. 3. Daun Dendrobium memiliki daun berbentuk lanset, lanset ramping dan lanset membulat. Ukuran dan ketebalannya bervariasi. Posisi daun berhadap-hadapan atau berpasangan, beberapa species letak daun duduk berhadapan dalam satu ruas . selama satu siklus hidupnya dendrobium mengalami 2-3 periode pertumbuhan, yaitu vegetative, generative dan beberapa species, dormansi. Lama setiap periode tergantung species dan habitatnya. Berdasarkan sifat pertumbuhannya dendrobium dibedakan kedalam 4 kelompok yaitu : o Tipe tetap segar atau evergreen. Kelompok dendrobium ini termasuk tahan banting, daun dapat bertahan dalam kondisi segar selama 2-3 siklus hidup, baik musim kemarau atau musim hujan. Species dalam tipe ini diantaranya Dendrobium gouldii, Dendrobium bigibbum dan Dendrobium stratiotes. o Tipe gugur atau deciduos. Dendrobium tipe ini memiliki masa istirahat dengan cara meluruhkan daun saat musim kering. Diantaranya Dendrobium anosmum, Dendrobium parishii dan Dendrobium aphyllum. o Tipe semi gugur atau semi deciduos. Kelompok yang satu ini hanya menggugurkan daun saat musim kering, contohnya seperti terdapat pada Dendrobium macrophyllum, Dendrobium spectabile dan Dendrobium nobile. 4. Batang Dendrobium memiliki pola pertumbuhan batang tipe simpodial yaitu pertumbuhan ujung batang lurus ke atas dan terbatas. Pertumbuhannya berhenti stelah mencapai titik maksimal, selanjutnya tunas atau anakan baru keluar dari akar rimpang dan tumbuh membesar. Batang dendrobium umumnya beruas-ruas dengan panjang, bentuk dan ukuran beragam tergantung pada speciesnya. 5. Akar Dendrobium memiliki akar lekat atau akar subtract dan akar udara. Fungsi akar lekat digunakan sebagai penahan tanaman, sedangkan akar udara sebagai kelangsungan hidup tanaman. Akar terbungkus jaringan berberntuk seperti bunga karang. Akar dendrobium menempel pada batang tanaman lain, bagian akar itu agak mendatar mengikuti bentuk batang yang ditempelinya, sejumlah akar pendek-pendek menghiasi bagian akar. Sementara akar yang tidak menempel (menggantung) gundul, tanpa akar rambut.

Seksi-seksi Dendrobium

Dilihat dari cara hidupnya sebagian besar dendrobium bersifat epipit, yaitu menumpang pada batang pohon lain tetapi tidak merugikan tanaman yang ditumpangi. Sedangkan berdasarkan sifat morfologinya dendrobium tergolong anggrek simpodial dengan batang semu atau pseudobulb.

Dendrobium dapat ditemukan mulai dari dataran rendah sampai dengan puncak pegunungan paling tinggi seperti Himalaya. Karena penyebarannya luas, jenis ini mempunyai berbagai kultur yang berbeda, maka tak heran kalau anggrek ini memiliki macam ragam aneka bentuk dan motif bunga, dari yang super mini sampai yang besar overlapping, dari yang tak beraroma sampai yang wangi lembut menggoda, dari yang berwarna putih polos sampai yang kombinasi warna-warna menyala, dari yang berpetal-sepal lurus sampai yang kribo, dari…..?? pokoknya lengkap dah.

Berikut adalah pembagian  jenis  dendrobium menurut  RE Holttum, yaitu :

  1. Diplocaulobium. Panjang pseudobulb 15-25 cm, ramping dan salng berdekatan. Panjang daun 12-14 cm lebar sampai 2,4 cm. Satu pseudobulb hanya menghasilkan satu daun. Bunga berdiameter 3,5 cm, muncul satu per satu atau berpasangan, lama mekar 2 hari. Sepal dan petal berwarna kuning di bagian dasar dan ungu tua di ujungnya.  Spesies seksi ini tersebar dari Sumatera hingga Papua, contoh : Dendrobium malayanum.
  2. Desmotrichum. Pseudobulbnya rata-rata pendek dan saling berjauhan. Rhizome menjalar di lapisan bawah media. Bunga mudah patah dan cepat layu (hanya 1-2 hari), keluar satu per satu atau berpasangan dari seludang bunga pada bagian dasar daun. Mentum panjang, bibir berbelah tiga, warna bunga bervariasi pada setiap spesies. Habitatnya tempat yang teduh seperti hutan berawa. Ditemukan 10 spesies yaitu diantaranya  Dendrobium comatum, Dendrobium luxurians, Dendrobium plicatile, Dendrobium laciniosum,   Dendrobium kelsallii, Dendrobium convexum, dan Dendrobium xantholeucum.
  3. Sacopodium. Pseudobulb pendek, berujung tirus dan memiliki dua helai daun. Bunga keluar satu per satu diantara daun, petal dan sepal lonjong dengan ujung runcing; mentum pendek berkisar 4-5 mm; bibir berbelah tiga dan ukurannya lebih pendek dari sepal. Dendrobium seksi ini terdiri atas 20-25 spesies yang tersebar dari Himalaya hingga ke Fiji. Dua diantara spesiesnya adalah: Dendrobium longipes dan Dendrobium macropodum
  4. Bolbidium. Sosoknya sangat kecil maksimum 10 cm. Batang bercabang dan memiliki beberapa luas; ruas bagian pangkal pendek, kecil dan ramping; pseudobulb menebal ke atas dan di bagian ujung muncul dua helai daun kecil. Bunga muncul satu per satudari seludang  antara daun, berwarna putih dan krem dengan urat bunga warna merah muda, ukurannya mini berdiameter antara 1-2 cm; mentum panjang, petal sempit dan lurus dan bibirnya berbelah dua. Anggrek  seksi ini berhubungan erat dengan seksi Rhopalanthe, ditemukan ada lima spesies tiga diantaranya adalah Dendrobium pumilum, Dendrobium striatellum dan Dendrobium procumbens
  5. Euphlebium.Tinggi tanaman sampai dengan 30 cm dan terdiri dari dari beberapa ruas; daun bulat telur atau segi tiga, bersusun tiga, muncul dekat ujung batang dengan panjang kurang lebih 12 cm dan lebar 2 cm. bunga muncul satu per satu dari buku-buku batang di bawah daun, berwarna putih dengan bibir warna krem atau merah muda, mentum pendek, colomn panjang, bibir juga pendek lonjong berwarna krem atau kuning muda berurat ungu kecoklatan dan oranye di bagian tengahnya. Anggrek ini  seksi ini menyebar dari Sumatra hingga Pilipina. Jenisnya seperti Dendrobium euphlebium.
  6. Lataorea. Memiliki pseudobulb yang menebal ke atas, beruas-ruas, daun saling menutupi dekat ujung pseudobulb; bunga membentuk rangkaian dan tumbuh tegak dekat ujung pseudobulb, berwarna kehijauan, berukuran besar dengan mentum pendek dan bibir berbelah tiga. Permukaan bunga berbulu kasar, bibir menggantung dan berwarna hitam. Memiliki 30-35 species tersebar dari Papua sampai ke pulau Jawa. Contoh spesies : Dendrobium spectabile dan Dendrobium macrophyllum.
  7. Callista. Batang berumbi, sedikit tegak dan tebal, berdaun kaku bertipe evergreen; bunga berkelompok dari daekat ujung batang menggantung ke bawah, tangkai pendek dan sarat bunga, sepal dan petal besar, memtum kecil, bibir agak bulat cekung tanpa belahan samping dan kebanyakan beraroma wangi. Spesies dari seksi ini asli dari Birma, contoh : Dendrobium agregatum, Dendrobium densiflorum, Dendrobium chrysotoxum, Dendrobium farmeri, Dendrobium thyrsiflorum dan Dendrobium sulcatum.
  8. Eugenanthe. Seruruh pseudobulb menebal dan berdaging, tumbuh tegak atau menggantung; bunga muncul serempak dari ruas-ruas batang setelah semua daun rontok, tangkai bunga pendek, ukuran pedal dan sepal sama, mentum pendek, bibir besar berbentuk bulat kadang-kadang cekung dan tidak memiliki belahan, warna bunga bervariasi pada setiap speciesnya. Contoh spesies : Dendrobium pulchellum, Dendrobium moschatum, Dendrobium anosmum, Dendrobium parishii, Dendrobium linguella, Dendrobium hookerianum, Dendrobium fimbriatum, Dendrobium chrysanthum, Dendrobium nobile,  Dendrobium lituiflorum dan Dendrobium cretaceum.
  9. Nigrohirsutae. Memiliki batang yang tebal, panjang dan tegak, daun tumbuh di seluruh bagian pseudobulb dan memiliki pelepah berbulu kehitam-hitaman. Pembungaan pendek dengan beberapa kuntum bunga, kebanyakan warna putih, beberapa spesies berwarna kehijauan atau kekuningan dengan corak oranye, kuning sampai merah; mentum silendris dan panjang, bibir tidak berbulu bagian sisinya berbelah. Ada sekitar 45 spesies dalan seksi ini diantaranya adalah : Dendrobium lowii, Dendrobium cruentum, Dendrobium dearei, Dendrobium schuetze, Dendrobium formosum, Dendrobium infundibulum dan Dendrobium draconis.
  10. Phalaenanthe. Memiliki batang yang relatif panjang,berdaging, menebal ke ujung dan bagian bawah ditutupi pelepah daun yang tidak berkembang. Daun kaku dan berdaging. Pembungaan tumbuh dekat ujung batang saat daun masih utuh; panjang tangkai bervariasi tergantung spesiesnya; bunga berukuran agak besar, dalam satu tangkai bisa terdapat sampai belasan kuntum; bunga berbentuk menyerupai kupu-kupu atau bundar dimana ukuran petal lebih besar ketimbang sepalnya. Bunga umumnya berwarna ungu atau putih; mentum terbagi dua dan bibir membulat di bagian sisi. Spesies dari seksi ini tersebar di Papua, Maluku, NTT ke selatan sampai ke Australia. Contoh spesies : Dendrobium affine, Dendrobium phalaenopsis, Dendrobium bigibbum dan Dendrobium superbiens.
  11. Ceratobium. Memiliki batang yang bervariasi, dari pendek hingga yang panjang; bagian bawah tertutupi beberapa selaput tipis; bagian pangkal menebal kemudian menipis ke ujung. Daun kaku berdaging dan besar. Bunga juga bervariasi, ada yang berbentuk tanduk maupun berbentuk bintang, petal dan sepal sempit dan bagian tepi petal memilin, pada beberapa spesies petalnya sangat panjang dan tumbuh tegak; malai bunga tumbuh dekat ujung batang, tangkai bunga panjang dan mampu memunculkan bunga 30-40 kuntum; bibir bunga sempit menyatu dengan kaki column sehingga membentuk suatu taji ramping. Seksi ini memiliki sekitar 30 spesies diantaranya, Dendrobium sutiknoi, Dendrobium stratiotes, Dendrobium antennatum, Dendrobium schulleri, Dendrobium gouldii, Dendrobium johannis, dan Dendrobium lineale. Penyebarannya mulai dari New Guinea hingga Jawa Timur, umumnya tumbuh di dataran rendah pada pepohonan serta bebatuan dekat pantai.
  12. Stachyobium. Pseudobulbnya agak ramping dan berdaun tipis. Tangkai bunga muncul di ruas bagian tengah dan atas batang; petal berwarna kuning pucat sampai kehijauan; bibir berbelah tiga bagian dan mentumnya agak pendek dengan ujung tertutup taji. Spesies  dari seksi ini asli Birma dan Thailand, contohnya adalah Dendrobium delacouri, Dendrobium flavidulum dan Dendrobium eriaeflorum.
  13. Pedilonum. Memiliki  batang yang agak ramping namun berdaging. Daun keluar dari buku-buku batang. Bunga besar dengan warna bervariasi, pada spesies tertentu ukuran bunganya tidak seragam; mentum panjang dan tirus di ujung; bibir terkadang tidak berbelah dan kalus tidak jelas; tangkai bunga muncul serempak pada batang yang sudah tidak berdaun. Spesies yang termasuk dalam seksi ini diantaranya adalah Dendrobium secundum, Dendrobium metrium, Dendrobium hughii, Dendrobium sanguinolentum, Dendrobium derryi, Dendrobium calicopis, Dendrobium lamellatum, Dendrobium megaceras, Dendrobium cornutum, Dendrobium roseatum dan Dendrobium brinchangensis.
  14. Distichophyllum. Tanaman bersemak, batang tumbuh rapat, langsing dan saling berdekatan; ruas batang pendek (0,5 – 2 cm). Daun agak pendek; tumbuh sangat rapat dan rapi, agak membulat, panjang antara 2 – 10 cm dan lebar 0,5 – 2 cm. bunga agak kecil dan tumbuh soliter atau berkelompok pada batang yang masih berdaun; warna putih, krem, kekuning-kuningan sampai oranye pucat; petal dan sepal bagian pangkal agak sempit; bibir berbelah tiga dan agak berdaging. Di seksi ini sudah ditemukan 8 spesies diantaranya Dendrobium uniflorum, Dendrobium bifarium, Dendrobium hosei, Dendrobium metachilinum, Dendrobium pahangense, Dendrobium revolutum dan Dendrobium pandaneti.
  15. Rhopalanthe. Berbatang kecil, bagian bawah berdaging dan diselimuti selaput daun. Daun muncul di tengah batang, berbentuk rata dan agak membulat. Bunga muncul dari ujung batang yang tidak berdaun. Contoh spesies : Dendrobium peculiare, Dendrobium setifolium, Dendrobium clavator, Dendrobium truncatum, Dendrobium hendersonii dan Dendrobium crumenatum.
  16. Aporium. Batang kecil, tumbuh rapat, pendek dan beberapa diantaranya ada yang agak panjang. Berdaun tebal, berdaging, rapat dan saling menutupi di bagian dasar. Bunga kecil, mudah pecah, berwarna putih, kuning kehijauan bahkan ada varian yang berwarna perak. Inilah beberapa spesiesnya : Dendrobium rosellum, Dendrobium aloifolium, Dendrobium rhodosteleDendrobium lobatum, Dendrobium leonis, Dendrobium indivisum, Dendrobium grande dan Dendrobium prostratum.
  17. Oxytophyllum. Tersebar di dataran rendah dan pegunungan. Daun muncul di ujung batang. Bunga berwarna kekuning-kuningan atau ungu tua; tekstur agak tebal; bibir sempit dan tidak berbelah dengan ujung tirus kecil; tangkainya memanjang ke ujung. Contoh spesies ini antara lain : Dendrobium sinuatum, Dendrobium excavatum dan  Dendrobium carnosum
  18. Stongile. Memiliki batang kecil dengan bagian pangkal agak berdaging dan ujung tidak berdaun. Daun agak bulat memanjang dan saling menutupi. Beberapa spesies memiliki bunga lebih kecil. Yang termasuk dalam seksi ini antara lain : Dendrobium singaporense, Dendrobium acerosum, Dendrobium subulatum, Dendrobium flexile dan Dendrobium kentrophyllum.
  19. Grastidum. Berbatang langsing, panjang dan kecil. Daun mirip rumput dengan daun pelindung pendek dan kaku. Bunga agak kecil dengan mentum pendek. Spesiesnya antara lain : Dendrobium pensile, Dendrobium indragiriense dan Dendrobium salaccense.
  20. Conostalix.  Memiliki batang kecil dan agak kenyal. Daun panjang sekitar 6 cm dan lebar 6 mm, seludang daunnya terbuka; bunga kecil berwarna pucat, muncul berpasangan dari batang yang masih berdaun.  Dasar bibir bersatu dengan sisi kaki column dan membentuk taji. Baru ada tiga spesies yang dikenal dalam seksi ini yaitu : Dendrobium lobii, Dendrobium melanochlamys dan Dendrobium pachyglossum.

Disarikan dari ‘Trubus Info Kit Anggrek Dendrobium’ dan sumber lain.

Seksi-seksi Dendrobium versi lain dapat dilihat di sini

  1. Euphlebium. Tinggi tanaman sampai dengan 30 cm dan terdiri dari dari beberapa ruas; daun bulat telur atau segi tiga, bersusun tiga, muncul dekat ujung batang dengan panjang kurang lebih 12 cm dan lebar 2 cm. bunga muncul satu per satu dari buku-buku batang di bawah daun, berwarna putih dengan bibir warna krem atau merah muda, mentum pendek, colomn panjang, bibir juga pendek lonjong berwarna krem atau kuning muda berurat ungu kecoklatan dan oranye di bagian tengahnya. Anggrek ini  seksi ini menyebar dari Sumatra hingga Pilipina. Jenisnya seperti Dendrobium euphlebium.

Flickingeria

Anggrek jenis ini banyak ditemukan di hutan-hutan Kalimantan Tengah. Pembungaannya unik, kebanyakan muncul di ujung pseudobulb tanaman yang masih berdaun meski pada species tertentu juga bisa pada pseudobulb yang sudah gundul. Sosok tanaman memiliki penampilan yang khas, sepintas ia mirip Cattleya. Bedanya ia memiliki daun yang lebih tipis serta rhizome yang relatif lebih panjang. Beda yang lain tentu saja Cattleya memiliki bunga yang jauh lebih besar ketimbang anggrek ini. Seperti Cattleya, iapun memiliki type pertumbuhan simpodial yang tumbuh bercabang banyak (multiple stem). Jadi dapat dimaklumi “jangan diprotes” kalau anggrek ini ada yang menyebutnya sebagai Cattleya hutan.

photo 01Flickingeria bicostata

photo 02Flickingeria bicostata

photo 03Flickingeria bicostata

Flickingeria xantholeuca

Flickingeria angustifolia

Flickingeria scopa

Flickingeria luxurians

Flickingeria convexa

Flickingeria fimbriata alba

Grammatophyllum

Grammatophyllum speciosum

Gramm. speciosum

http://i1057.photobucket.com/albums/t396/anggrekalteng/IMG_2573.jpg

http://i1057.photobucket.com/albums/t396/anggrekalteng/IMG_2570.jpg

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.